Definisi Filsafat Menurut Para Ahli

Definisi Filsafat menurut para Ahli :

  1. Plato, mengatakan bahwa filsafat tidak lain daripada pengetahuan tentang segala yang ada.
  2. Aristoteles, berpendapat bahwa kewajiban fisafat ialah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu yang umum sekali.
  3. Fichte, menyebut filsafat sebagai Wissenschafslehre : ilmu dari ilmu-ilmu, yakni ilmu yang umum, yang menjadi dasar segala ilmu.
  4. Kant, mengatakan bahwa filsafat adalah pokok dan pangkal segala pengetahuan dan pekerjaan.
  5. Al Kindi, sebagai ahli pikir pertama dalam filsafat Islam yang memberikan pengertian filsafat di kalangan umat Islam membagi filsafat itu dalam tiga lapangan :
    1. Ilmu Fisika (al-ilmu al-tabiyyat), merupakan tingkatan terendah;
    2. Ilmu Matematika (al-ilmu al-riyadil), tingkatan tengah;
    3. Ilmu Ketuhanan (al-ilmu ar-rububiyyat), tingkatan tertinggi.
    4. Immanuel Kant (1724-1804 M), mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu :

-          Apakah yang dapat kita ketahui (dijawab oleh metafisika)

-          Apakah yang boleh kita kerjakan (dijawab oleh etika)

-          Sampai di manakah penghargaan kita (dijawab oleh agama)

-          Apakah yang dinamakan manusia (dijawab oleh Antropologi).

  1. Paul Natorp, bahwa filsafat sebagai ilmu dasar yang hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan jaln menunjukkan dasar akhir yang sama yang memikul sekaliannya.
  2. Dr. H. Hasbullah Bakry, menentukan rumusan, bahwa filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelh mengetahui pengetahuan itu.
  3. Prof. Dr. Fuad Hassan, guru besar FK. Psikologi UI dan mantan Menteri P & K RI. merumuskan bahwa filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berfikir radikal, radikal dalam arti mulai dari radix-nya suatu gejala dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjagaan yang radikal itu filsafat berusaha untuk mencapai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.
  4. Al-Farabi, mengatakan bahwa filsafat ialah mengetahui semua yang wujud karena ia wujud.
About these ads

1 Komentar

  1. yulia said,

    November 2, 2010 at 11:33 am

    thhaaaaxxxx bgt bwt postingannya….(^_^)
    lg bth bgt wt tgs nich…


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: