Dinul Islam

Kata Din yang berasal dari bahasa Arab, seringkali diterjemahkan agama.
Menurut Profesor M.T.T Abdul Mu’in :

Agama adalah undang-undang Ilahi yang membimbing orang yang berakal sehat dengan usahanya sendiri untuk mencapai kemuliaan, kebahagiaan, keselamatan, dan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.


Jika diperhatikan dari definisi agama di atas, maka agama sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Mengapa??? Karena tiap orang tentunya ingin hidupnya selamat, bahagia, sejahtera, dan senantiasa dalam kebaikan-Nya, maka dengan agama, semua hal tersebut dapat dicapai.

Agama adalah undang-undang Ilahi. oleh karenanya, agama merupakan sesuatu yang sakral (suci). Cukup kita menjalankan apa yang Allah firmankan dan Rasul perintahkan. Tanpa perlu kita menambah-nambahkannya.

    Untuk siapa agama itu ???

Tentunya agama diperuntukkan untuk orang-orang yang berakal sehat. Jika seseorang sudah mengerti definisi agama, maka orang itu akan merasa butuh untuk belajar agama. Maka hanya orang-orang yang cerdas dan mampu memahami yang bisa mendalami makna agama yang sebenarnya..

    Apa sebenarnya tujuan Allah menurunkan agama ???

Ada 5 Tujuan Allah menurunkan agama diantaranya sebagai berikut :

    1. Hifdud Din (memelihara kelanggengan agama terutama tauhid)
    2. Hifdul Aqli (memelihara akal)
    3. Hifdun Nafsi (memelihara jiwa)
    4. Hifdun Nasali (memelihara turunan)
    5. Hifdul Mali (memelihara harta)

Kelima tujuan Allah menurunkan agama bagi manusia merupakan manfaat tersendiri.

Dalam rangka memelihara kelanggengan agama, maka Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan risalah Ilahi. Dalam riwayat tercatat ada sebanyak 124.000 orang Nabi dan 313 orang Rasul yang Allah utus kepada kaum di zamannya. Dalam Al-Qur’an diceritakan 25 Nabi dan Rasul di antara sekian banyak Nabi dan Rasul.

Dalam Islam, segala yang merusak akal itu dilarang. Seperti penggunaan Narkotika, minuman keras, dan lainnya. Selama 40 hari, ibadah orang yang hilang akal tidak diterima Allah SWT karena dalam darahnya masih terdapat unsur-unsur yang memabukkan.

Semua hal yang menghilangkan jiwa juga dalam Islam dilarang. Seperti bunuh diri, membunuh seseorang, aborsi dan lain-lain.

Adapun tujuan nikah salah satunya adalah untuk menjaga ketutunan. hal ini selaras dengan tujuan diturunkannya agama sebagai Hifdul Nasali.

kemudian, segala hal yang membuat harta menjadi tidak suci dalam Islam pun dilarang. Sebagai contoh, mencuri, korupsi, dan lain-lain. Adapun meminta-minta adalah pekerjaan yang sangat rendah. Ada kalanya meminta-minta itu diperbolehkan manakala sangat terdesak dan tidak untuk memperkaya diri. Sekali lagi, meminta-minta bukan sebagai media untuk memperkaya diri, disebabkan ini termasuk perbuatan yang zalim.

(disampaikan oleh dosen Al Islam Bpk Ahmad Affendi, Drs. M.Ag. pada pertemuan petama hari selasa, 6 Oktober 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: