Cabang-cabang Ilmu Kimia

on March 23, 2010
Dalam bahasa Inggris Istilah kimia disebut dengan “Chemistry”. Dalam bahasa arab dikenal dengan kata al kimia’ih (الكيميائية), dalam bahasa Yunani dikenal dengan kata chimikos (Χημικός), sedangkan dalam bahasa Italia dikenal dengan nama chimica. Dalam kimia, yang dipelajari adalah tentang struktur dan komposisi materi/zat baik pada benda mati maupun sel hidup.

Beberapa cabang ilmu kimia di antaranya sebagai berikut:
1. Kimia analitik, yakni ilmu kimia yang mempelajari cara menganalisis suatu zat baik komposisi maupun strukturnya
2. Kimia organik, yakni ilmu kimia yang mempelajari struktur, sifat, proses dan reaksi senyawa organik
3. Kimia anorganik, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang sifat dan reaksi senyawa anorganik
4. Kimia inti, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang bagaimana proses terjadinya reaksi inti
5. Kimia teori, yaitu ilmu kimia yang mengkaji kimia dari aspek teori dengan dukungan ilmu matematika dan fisika.
6. Kimia fisik, yaitu ilmu kimia yang mempelajari sifat-sifat fisik pada proses kimia.
7. Biokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari sifat, proses dan aktivitas kimiawi dalam sel hidup (organisme)
8. Kimia pangan, adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari proses-proses, penggunaan dan pengaruh bahan-bahan kimia terhadap pangan serta interaksi bilogis dan non-biologis pada makanan.
9. Nanokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari pengaruh molekul-molekul organik yang terlibat dalam aktivitas sel
10. Neurokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang molekul-molekul organik yang terdapat pada aktivitas sel saraf. Dari asal katanya Neurokimia dapat berarti kimia saraf/neuron.
11. Bioremediasi, yaitu ilmu yang mempelajari manfaat mikroorganisme dalam mencegah polusi lingkungan.
12. Kimia Pertanian, yaitu ilmu yang mempelajari manfaat dan dampak penggunaan bahan-bahan kimia dalam bidang pertanian.
13. Kimia Flavor, yaitu ilmu kimia yang mempelajari pembuatan perisa (penyedap makanan) dengan menggunakan bahan kimia.
14. Kimia Hijau (Green Chemistry), adalah suatu kajian ilmu kimia yang mempelajari bagaimana cara memperkecil (normalisasi) penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya.
15. Kimia matematika, adalah ilmu kimia yang mempelajari gejala-gejala kimia dengan menggunakan fungsi-fungsi matematis (aplikasi fungsi matematika pada gejala-gejala kimia).
16. Stoikiometri, yaitu ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif zat dengan reaksi-reaksinya.
17. Kimia Permukaan, yaitu ilmu yang mempelajari reaksi-reaksi kimia yang terjadi di permukaan.
18. Kimia Sintesis, yaitu ilmu yang mempelajari cara memperoleh produk-produk kimia dengan menggunakan reaksi kimia.
19. Sonokimia, yaitu ilmu yang mempelajari penggunaan gelombang suara dalam proses kimia.
20. Kimia Organik Fisik, yaitu ilmu yang mempelajari kimia organik ditinjau dari proses fisika.
21. Farmakologi, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang obat-obatan (farmasi).
22. Imunokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari aktivitas kimiawi pada sistem kekebalan tubuh.
23. Fitokimia, yakni ilmu kimia yang mempelajari zat-zat kimia yang terdapat pada tumbuhan
24. Geokimia, yakni ilmu kimia yang mempelajari struktur bumi berdasarkan unsur-unsur kimia yang terkandung pada bumi.
25. Termokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara panas dan reaksi kimia, juga hubungan antara panas dan perubahan fisika yang dilihat dari segi termodinamika kimia.
26. Dan lain-lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: